(Bukan) Calendar of Cultural Event Solo 2014

Meski belum final karena masih harus menunggu persetujuan dari walikota, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo telah melansir Calender Event 2014. Disebutkan ada 20 event utama (main event) di tahun 2014 dan 28 support event. Dalam berita yang saya baca di soloposdotcom, disebutkan jika penetapan ke-20 event tersebut telah melalui “sudah melalui verifikasi dinas bersama budayawan, seniman, insan kreatif, stake holder” (hihihihi istilahnya verifikasi kayak data penerima Raskinda ya..)

Draf cover buku saku calendar event 2014 (istimewa)

Jumlah event itu lebih banyak daripada yang direncanakan sebelumnya. Karena di buku saku Kalender Event 2013 hanya tercantum 17 “Main Event in Solo 2014”. Di buku yang yang sudah akan habis masa berlakunya itu memang terdapat daftar “Main Event in Solo 2014”. Konon pencantuman event-event unggulan setahun sebelumnya itu merupakan permintaan pelaku wisata. Alasannya, agar event yang direncanakan bakal berlangsung tahun 2014 sudah bisa dijual sejak awal tahun 2013. Hmmm, progresif juga pelaku wisata di Solo.

Iseng-iseng saya membandingkan 17 main event 2014 versi buku saku 2013 dengan 20 main event 2014 yang baru saja dilansir tersebut. Hasilnya, sudah bisa ditebak sebenarnya pasti ada perbedaan. Bukan saja jumlahnya yang bertambah, tetapi juga 1) event yang ditampilkan berbeda. Sekurang-kurangnya ada empat event yang ditercantum di buku terbitan Dishubkominfo tidak lagi ditemukan di Calender Event 2014. Keempat event itu adalah Ketoprak Festival tanggal 14-18 Februari 2014, Gunungan Charity Boat Race yang dijadwalkan tanggal 23 Februari 2014, Wayang Orang Gabungan Festival tanggal 17-20 Juli 2014, dan Pekan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dijadwalkan tanggal 2-5 Oktober 2014.

Jika benar pelaku wisata melaksanakan idenya untuk menjual event-event 2014 sejak awal tahun 2013, pasti mereka kecele.  Bahkan bisa jadi mereka bakal kena “gugatan” atau minimal pidana pisuh dari calon buyer. Bagaimana tidak, wong sesuatu yang sudah dipublikasikan selama setahun, tiba-tiba tak ada lagi ada. Ibaratnya, mereka sudah berbohong karena menawarkan sesuatu yang ternyata tidak terlaksana. Tapi saya sih nggak yakin keempat event itu bakal laku kok jadi nggap perlu lah khawatir.

Perbedaan lainnya adalah soal pelaksanaan event dari rencana sebelumnya. Dari ke-13 main event  dalam daftar Buku Cultural Event 2013, sebagian besar bergeser waktunya. Sebut saja SBC, SBF, SIPA, Festival Gethek dan sebagainya. Lagi-lagi saya membayangkan pelaku usaha macam biro wisata bakal berkerut keningnya lantaran ketidaksesuaian rencana tersebut. Bagaimana tidak, ketika calon wisatawan sudah membuat rencana untuk datang ke Solo Culinary Festival di bulan Oktober, ternyata dimajukan menjadi bulan Maret. Hehehehe emangnya ada yang sudah ngejual event Kota Solo sebagai paket wisata?

Hal-hal teknis yang saya sebut di atas sesungguhnya hanya lah menambah daftar panjang ketidakkonsistenan pemangku kebijakan di kota ini dalam menyelenggarakan event. Kalau mau dibeberkan, akan semakin panjang. Tetapi saya tak ingin nyinyir [bahkan maklum sekali] karena sudah pasti bukan sesuatu yang mudah untuk merencanakan sesuatu yang detail untuk kurun waktu yang jauh di depan. Bayangkan acara itu akan berlangsung dua tahun ke depan. Sulit sekali kan? Wong rencana harian saja sering meleset, jadi tak mengapa kan? Lain kali aja disambung dengan hal-hal yang lebih prinsip ya.

This entry was posted in asal2an and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Statistical data collected by Statpress SEOlution (blogcraft).