Category Archives: tempo

Selamat Jalan Mbah Lim

Mbah Lim, Kamis (24/5/2012) meninggalkan kita semua. Kiai nyentrik namun memiliki kharismatik yang luar biasa ini wafat di usianya yang ke-91 setelah empat hari dirawat di RS Islam Klaten. Saya dua kali mengunjungi secara khusus Mbah Lim untuk keperluan wawancara saat saya masih bekerja untuk Tempo. Saya ingin mengenang beliau […] Read More

Also posted in pengalaman | 1 Comment

IPAM, Pasar Seni Tanpa Gaung

“Kota Solo kembali menjadi tuan rumah IPAM. Dua tahun silam, IPAM diselenggarakan di ISI. Kala itu, saya “membuat catatan” atas penyelenggaraan IPAM tersebut. Naga-naganya, pelaksanaan IPAM tahun ini juga masih sama dengan yang lalu”. Read More

Posted in tempo | Tagged | 1 Comment

Waldjinah; Si Walang Kekek yang Belum Lelah Mabur

Seperti setengah abad silam, suaranya tak berubah tetap cemengkling, jernih meski pada intonasi yang melengking.. Kekenesannya pun masih terasa dari lagu-lagu yang dinyanyikannya. Nyaris tak ada yang berubah kalau saja tidak bertatapan langsung sulit untuk percaya perempuan itu sudah hampir berusia 63 tahun. Waldjinah, penyanyi legendaris keroncong dan lagu-lagu langgam […] Read More

Posted in tempo | Leave a comment

Priyayi di Balik Tembok

Priyayi di Balik Tembok Pagar rumah itu menjulang tinggi, hampir merondokkan bangunan di baliknya. Pintu gerbangnya dari bahan kayu lawas yang selaras dengan tembok pagar setebal setengah meter yang sudah lumutan. Sepintas tidak beda dengan rumah-rumah lainnya di Kampung Laweyan, Solo, yang berpagar tembok tinggi, tebal, dan kuno. Namun, begitu […] Read More

Posted in tempo | Tagged , , , , | Leave a comment

Belajar Gagal dari Steak Obonk

Butuh berapa kali gagal usaha untuk bertemu dengan sebuah keberhasilan? Butuh berkali-kali. Itulah yang dialami Soegondo. Lelaki 57 tahun itu dijuluki Raja Steak. Ia memanen sukses–punya 80 gerai warung steak di berbagai kota–setelah bangkrut di bisnis diskotek dan merugi di dua usaha kafe di Yogyakarta dan Solo. Soegondo adalah pelopor […] Read More

Posted in tempo | 6 Comments

“Perang Bubat yang Paling Berat”

Imajinasi Langit Kresna Hariadi sepertinya tak pernah kering. Belum katam orang membaca Candi Murca, yang dirancang untuk sepuluh jilid, pria yang semula dikenal sebagai penyiar radio ini sudah bersiap meluncurkan serial novel Perang Paregrek. Desember nanti buku pertama dari 10 seri yang dia persiapkan sebagai lanjutan dari lima seri Gajah […] Read More

Posted in tempo | Leave a comment
Statistical data collected by Statpress SEOlution (blogcraft).